Kenapa paytren harus MLM inilah jawaban Ustad Yusuf Mansur

Tentunya Sobat sering menbaca tentang scema MLM (Multi Level Marketing) dengan berbagai arah pandang yang berbeda-beda ada yang bilang Haram ada juga yang mengatakan Halal itulah Internet kehidupan tanpa nyawa yang mampu membuat manusia berfikir 2 arah antara benar dan salah, ada beberapa hal mendasar kenapa Kang yazid membuat tulisan semacam ini khususnya temen-temen yang saat ini bergelut dalam dunia bisnis bersystem Multi Level Marketing yang bagi kebanyak orang merasa takut untuk memulai,

Kenapa paytren harus MLM

Kenapa seorang Ust.Yusuf Mansur terjun didalamnya lebih hebatnya lagi beliau bisa meraih Sertifikat Syariah MUI dan Pengahargaan dari Presiden RI, pastinya ada sesuatu yang berbeda didalamnya antara Multi Level Marketing Paytren Syariah dan Multi Level lainnya,

Sebenarnya bisa saja PayTren dibuat sistem konvensional sama UYM, jadi model bisnis konvensional jual putus gitu, tapi akhirnya keuntungan hanya jadi milik UYM dan yang beli aplikasinya, sedangkan yang mau bayar-bayar (user) hanya dapat struk dan terimakasih saja, lalu apa bedanya dengan kita beli pulsa dan transaksi lain di ATM dan minimarket-minimarket dan yang punya bank/ATM saja, terus yang punya minimarket.

Orang yang beli (user) ya tetep cuma dapat struk sama "terimakasih" doang, hal itulah yang UYM gak mau, gak ridho kalo kita (user) seumur umur hanya jadi konsumen terus, padahal nilai transaksi kita semua sebagai user , mulai dari pulsa HP, listrik, PDAM, BPJS, tiket dll, angkanya Trilyunan, dan yang selama ini dapet keuntungan hanya lembaga perbankan, minimarket dan pemain-pemain vendor besar.

UYM ingin keuntungan dari transaksi itu bisa kembali ke kita semua selaku user, maka dicarilah skema yang paling memungkinkan untuk system profit sharingnya menggunakan system MLM, karena hanya MLM yang menjadi salah satu system yang bisa di jadikan rumus untuk sharing profit yang legal di Indonesia melalui payung APLI (Asosiasi Perdagangan Langsung Indonesia) Jadi, dengan system MLM inilah yang digunakan oleh UYM di PayTren untuk membagi keuntungannya,

Maka kemudian pada prakteknya menjadi sangat berbeda dengan MLM lainnya yang menggunakan system MLM dengan tujuan hanya untuk cari untung si Owner atau cuma untuk memangkas biaya promo saat jual produk.

Di antara perbedaan-perbedaan itu diantaranya adalah soal tutup point, dan penggunaan system binary, di PayTren tidak ada yang namanya TUTUP POINT, tidak ada kewajiban belanja sejumlah nominal tertentu agar bonusnya keluar, mitra akan dapat bonus setiap kali bertransaksi tanpa kewajiban harus minimal transaksi dll.

Pada intinya kita beli lisensinya kita daftar sekali untuk seumur hidup bahkan bisa DIWARISKAN, dan tiap transaksi pasti dapat CASHBACK.

System Binary (Bina 2 komunitas, kanan dan kiri) terbukti bisa saling bantu-membantu " People Helping People ".

Tidak selalu yang posisinya di atas pasti penghasilannya lebih besar, belum tentu penghasilan mitra dengan peringkat Bronze (15ribu keatas) Komunitas lebih besar dari pada yang baru STAR LEADER (200 Mitra Keatas), belum tentu yang posisi peringkatnya tinggi penghasilannya lebih besar dari pada peringkat di bawahnya.

Di PayTren, bukan Model Ponzy dan Money Game, di PayTren hanya yang bekerja dengan sungguh-sungguh yang akan mendapatkan hasilnya maksimal dan yang bersungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan hadiah yang layak.

Apakah ini perlu diperjuangkan? tentu saja, Penulis sendiri sedang merasakan hasilnya, "MAN JADDA - WA JADDA". Mitra bekerja untuk dirinya sendiri dan timnya, jadi tidak ada kata "Upline dan Downline" buang jauh-jauh pikiran itu, karena akan menghambat pemikiran fitrah kita sebagai Makhluq Alloh yang diberi kuasa untuk berusaha,

inilah alasannya kenapa Penulis membuat Artikel Kenapa Paytren menggunakan System MLM, yang Penulis ambil saat menghadiri soft launching PT.Veritra Sentosa Internasional/Treni.https://pembelian-lisensi-paytren.blogspot.co.id/?m=1

1 Response to "Kenapa paytren harus MLM inilah jawaban Ustad Yusuf Mansur"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel