Hukum MLM (Multi Level Marketing) Paytren sudah Jelas tidak perlu diperdebatkan

Sobat treni dimanapun berada Alhamdulillah kita dipertemukan dalam satu komunitas yang menurut saya sangat Positif sekali jauh dari niatan apapun yang terkesan Negatif apalagi Liberal, terbukti dari para anggotanya yang rapi-rapi akhwatnya juga mayoritas berhijab semuanya, hal ini tidak lepas dari peranan seorang pendiri komunitas tersebut Yaitu Ustadz Yususf Mansur President Direktur PT Veritra Sentosa Internasional,
hukum-mlm-paytren-dalam-islam

Ada temen-temen kita yang saat ini masih saja memperdebatkan masalah Hukum MLM di Paytren baik di sosmed maupun di diskusi kopdar, saya kira temen-temen sudah melihatnya dari website besar Indonesia Republika pada  tanggal  7/08/17/ lalu.

Sebenarnya kita tidak perlu berdebat kusir dan berbantah-bantahan dengan Hukum MLM Paytren yang sudah pasti, memang ada beberapa imam yang berbeda-beda pandangan dalam masalah hukum Transaksi apalagi di bidang Payment Gateway, perlu pemahaman yang sangat halus tidak grasa-grusu (asal-asalan) untuk memtuskan hukum tersebut silahkan ikuti imam anda, pasalnya apa yang di bahas merupakan suatu barang yang tidak bisa diraba oleh indera peraba akan tetapi bisa kita lihat dalam Smartphone berupa Aplikasi.

Sangat aneh sebenarnya jika saat ini kawan-kawan baru saja search lalu mendapati sebuah website yang membahas tentang Keharaman Paytren sampai ke akar-akarnya, kemudian tanpa mencari kebenaran yang sesungguhnya ikut-ikutan meng "iya" kannya, bukan masalah penulis mencari pembelaan diri, akan tetapi fakta dan penyaringan serta revisi terhadap sebuah produk yang sudah layak pakai ko masih di otak-atik di cari celah hukumnya lebih-lebih dihukumi dengan hukum yang sama,

Sama halnya anda saat itu berumur 9 tahun mencuri buah mangga tetangga kemudian si pemilik menuntut anda untuk di adili sekarang setelah anda berusia 18 tahun karena pencurian mangga, ini lucu apa bodoh Advokat manapun pasti ngilu menanganinya.

Persis Paytren, ok mungkin di paytren ada salah-salah sedikit atau salah pemahaman dari individu tertentu misalnya, kemudian dari fihak pemantau Hukum Halal haram dalam hal ini yang kami maksudkan adalah MUI, maka dari Paytren tentu saja akan merevisi bagian mana yang perlu di rombak dan disesuaikan dengan mengikuti aturan MUI, alhasil sekarang sudah sesuai tatanan dan sesuai permintaan yang di syaratkan oleh MUI, dari fihak paytren sendiri pun sudah legowo menerima saran dan kritikan dari fihak manapun dan itu diterimanya dengan sabar dan terus berbenah.

Namun disisi lain ada kerikil dalam sepatu, sangat tidak adil jika masih ada fihak-fihak yang memang dari awal sengaja memposting sebuah artikel yang mengarah ke Paytren, antara yang dulu sampai sekarang masih sama, saya ambil contoh salah satu Website Konsultasi Syariah .com (maaf kami sebut merk) yang di Imami oleh Ust Ammi NB, yang selalu muncul di urutan pertama dalam Google Searc dan masih banyak website-website Hoax lainnya yang selalu mencibir Paytren dan aktif sampai saat ini yang tidak dihapus dari website, menurut saya itu tidak murni meluruskan masalah hukum yang ada di Paytren, akan tetapi ada tujuan lain dari pemilik Website tersebut entah apa saya sendiri juga tidak faham, menurut saya jika hal ini terus dibiarkan akan menjadi fitnah bagi para Mitra Paytren.

Keluarga-Uym

Jujur dari hati yang paling dalam saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Paytren dan komunitas yang ada di dalamnya, saya sering berkomunitas dengan berbagai jenis anggota yang ada termasuk aktif mengikuti seminar dari berbagai marketing yang berbasis Komunitas, akan tetapi baru kali ini saya menemukan Komunitas Marketing yang sangat Positif tidak ada/barang kali saya belum menemui sebuah Komunitas Marketing yang di dalamnya ada ayat-ayat Al qur'an, itu sangat luar biasa, sebagai contoh dulu sebelum mendapat Sertifikat Syar'i dari MUI (Walaupun belum bersertifikat Tapi sudah Syar'i) kita beramai-ramai mendoakan dengan bacaan surah Yaasin, Mujahadah berdoa supaya mendapat restu Operasi Payment Gateway Secara Syar'i di Indonesia Belum lagi saat meminta ijin OJK, Belum lagi yang masih kita tunggu merupakan harapan besar dari Paytren yaitu ijin E- Money semoga cepat turun.

Setifikat-halal-paytren-dari-DSN-MUI

Dengan berbagai upaya yang dilakukan para Paytrener dan para Management Paytren di dalamnya, sangat aneh jika masih ada yang bilang Paytren haram makan uang temen, makan keringat orang, sekarang begini logika mana yang mau makan uang temen keringat orang dimakan keringat sendiri saja jijik walaupun hanya sebatas istilah, tapi ya mana mungkin ada yang setega itu. aneh-aneh. jangan berlebihan kawan. lihat yang di sampaikan KH. Ma;ruf Amin Selaku Ketua MUI

Terlepas dari itu semua dari saya pribadi mengagumi Sosok Ustadz Yusuf Mansur, ada banyak alasan yang tidak bisa saya sebutkan semuanya, saya pun tidak menafikan sosok-sosok Ulama yang saya kagumi Seperti KH Maemoen Zubair, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Ustadz Abdul Somad, Lc. MA, Buya Yahya dan masih banyak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.


Karena kita sedang berada di dunia Paytren tentunya yang di bahas adalah Ownernya, selain Hafal Al-Quran beliau juga memiliki keluarga yang Pantas di tiru, dicontoh dan diteladani, jikapun ada kesalahan-kesalahan kecil ya itu lumrah manusiawi, Gus Mus saja "Mengatakan yang paling tidak pernah salah itu ya malaikat yang sering salah itu ya manusia, Manusia itu di Ambil dari kata Nasia (B. Arab yang berarti Pelupa) hingga menjadi Kata Mansiyyun (Manusia. Dalam Bahasa Indonesia) yang berarti Orang yang lalai."
maka dalam Al-quran ada Surah Al-Ashr tujuannya adalah untuk saling mengingatkan dan menasehati bukan saling tuding yang ga jelas.

Disaat para Ustadz-Ustadz yang sering anda lihat di TV-TV dan Youtube yang saat ini Gemar Ceramah dengan Lantang dan Berapi-api Wallohu A'lam semoga apa yang dilaksanakan adalah murni lillah, akan tetapi tidak jarang mereka-mereka yang Not Lillah singgung sana singgung sini, aliran ini aliran itu, bahkan tidak jarang ada salah satu atau dua Ustadz yang ditolak kehadirannya di daerah tertentu karena radikal dsb.  Wallohu a'lam.

Saat itulah UYM berbeda beliau Jarang berbenturan dengan Aliran-aliran tertentu, beliau cenderung lebih memilih diam beliau cenderung lebih memilih untuk maju terus menatap kedepan terus berinovasi tanpa batas terus melakukan kreatifitas untuk kepentingan dan manfaat bagi manusia lainnya, dalam benaknya bagaimana saya bisa bermanfaat untuk orang lain, seperti dalam hadist Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni.).

Beliau berharap apa yang dilakukannya bermanfaat untuk orang lain bukan untuk dirinya sendiri. maka dibuatlah alat untuk berbuat kebaikan tersebut salah satunya adalah alat untuk bayar-membayar bernama Paytren, Bagaimana cara menggunakannya, maka ada syarat dan ketentuan yang harus dilakukan bagi yang akan menggunakannya, kemudian dibelakang ada orang yang nyeletuk "kenapa tidak di sedekahkan saja dengan cara digratiskan, akan lebih bermanfaat untuk orang lain,

Berbuat baik dan memberi manfaat untuk orang lain bukan berarti kita harus memberi secara gratis karena pada dasarnya kebaikan itu bukan dari apa yang ia minta tapi apa yang ia terima. "faham"
terkadang apa yang menurutmu baik belum tentu baik untuk kamu. Allah Sang Pemilik Semesta berfirman,
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah : Ayat 216)

Bukan berarti UYM menyamai kedudukan tuhan akan tetapi seperti yang tadi saya sampaikan kebaikan itu bukan dari apa yang di minta tapi apa yang diterima, pun UYM jauh-jauh hari sudah menyarankan untuk melakukan sholat Istikhoroh terlebih dahulu sebelum memakai dan mendaftar Paytren.

Saya kira sudah cukup saya berpanjang lebar menanggapi Hukum MLM Paytren yang sampai saat ini masih diperdebatkan, Semoga menjadi pencerahan buat Calon Mita-mitra Paytren yang hendak memakai Aplikas tersebut, semoga para Mitra diberi keteguhan Iman dan keyakinan yang matang serta diberi ketabahan dalam menjalani usaha Rakyat di bidang Micro Payment. Amin...

2 Responses to "Hukum MLM (Multi Level Marketing) Paytren sudah Jelas tidak perlu diperdebatkan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel